22 November 2008

WANITA PUNCAK LIBIDO KETUHANAN

Resensi
Judul : Melihat Tuhan Dalam Diri Wanita
Penulis : Muahmmad Roy, M.Ag
Peresensi : Endin Saefudin
Tebal : 208 halaman
Penerbit : Pondok Pesantren UII Yogyakarta
Terbit : Mei 2007

WANITA PUNCAK LIBIDO KETUHANAN
Oleh : Endin Saefuddin

Sepanjang sejarah kaum wanita tidak pernah surut dari perbincangan umat manusia. Dan yang paling istimewa lagi ternyata kaum wanita bukan saja menjadi perbincangan manusia namun Tuhan pun ikut memperbincangkannya. Berbicara tentang. Ada dua nama surah dari al Qur’an yang diberi nama dengan wanita yaitu surah al Nisa’ yang biasa disebut dengan surah perempuan besar (al-Nisa’ al Qubra) dan surah al-Talaq yang biasa disebut dengan surah perempuan kecil (al-Nisa’ al-Shugra). Disinilah terdapat sesuatu yang unik dan merupakan karakteristik tersendiri dalam diri wanita.
Karena karekteristik dan keunikannya, Muhammad Roy menulis buku dengan judul”Melihat Tuhan Dalam Diri Wanita”. Dalam bukunya ini ditulis, seorang wanita akan mampu mencerminkan esensi Tuhan di dunia, jiwanya laksana mutiara universal, tubuhnya mencerminkan arsy, pengetahuannya laksana samudra ilmu Tuhan, hatinya berhubungan dengan bait al-ma’mur, kemampuan mental spiritualnya berhubungan dengan malaikat, daya ingatnya laksana kecemerlangan saturnus, dan inteleknya bagaikan kekuatan yupiter.
Wanita karena kemulyaan dan kodratinya mampu membiaskan bayang-bayang Tuhan dalam alam nyata ini, sebagai miniatur semesta atau mikrokosmos (al-alam al-shoghir). Didalamnya tercermin bagian-bagian dari jagad raya (makrokosmos). Ar- Rumi menuliskan dalam syairnya ”Wanita adalah cahaya Tuhan, dia bukan kekasihmu tetapi adalah pencipta, pencipta yang tidak diciptakan untukmu semata” sebuah bentuk penegasan atas keagungan dan keistimewaan yang ada dalam diri wanita.
Diantara cara para sufi ahli ma’rifat dalam upaya meningkatkan derajat kewaliannya yaitu dengan mencintai dan menyayangi wanita (murata,2000: 249). Kenapa dengan cara tersebut, apakah wanita mempunyai sayap-sayap untuk menghantarkan manusia menuju Arsy Tuhan? Ataukah ia mempunyai keteduhan bak lautan yang menyimpan mutiara-mutiara spiritual didasarnya? Bukankah wanita selama ini di anggap sebagai jeratan syetan (haba’il al-syaithan), penggoda di dunia dan hanya sebagai pemuas nafsu atau sexs bagi kaum pria?
Teori insan al-kamil Ibnu Arabi, bahwa wanita merupakan cermin pantulan cahaya Tuhan yang paling sempurna di dunia, dan hanya ada satu realitas tunggal di jagad raya ini yaitu Allah, dan alam ini hanya sebagai wadah dari pantulan cahaya-Nya. Agar dikenal dan melihat citra diri-Nya melalui alam tersebut. Maka Tuhan memanifestasikan nama-nama dan sifat-sifatnya pada alam, sebagai perwujudan yang abadi. Sebab tanpa penciptaan alam ini senantiasa berada dalam bentuk potensialitasnya pada Dzat Tuhan dan tidak akan dikenal siapapun. Maka letak urgensi wujud alam sebagai wadah tajjali Ilahi, padanya tuhan melihat citra diri-Nya yang terbatas.
Akan tetapi alam yang serba ganda ini hanya mampu mencitrakan sedikit dari nama-nama dan sifat-sifat Tuhan, secara tidak utuh dan tidak sempurna. Namun Tuhan mampu melihat citra diri-Nya secara sempurna dan utuh melalui diri manusia. Dan sosok Insan al-Kamil yang paling sempurna adalah Muhammad putra Abdullah. Dan pada masa setelahnya yang cocok dan bisa mencerminkan nama dan sifat Tuhan adalah ”Wanita”. Jalaludin Rumi pun lebih memilih sosok wanita sebagai cermin bersih yang mampu memantulkan bias-bias Tuhan di dunia ini.
Secara kodrati wanita mempunyai kesamaan dengan Tuhan yaitu mencipta, keagungannya serta kelembutannya. Bahkan sebagai lokus pencipta manusia sempurna Muhammad SAW. Pencitraan Tuhan dalam diri wanita juga merupakan penyatuan antara sifat aktif Tuhan dalam mencipta dan berkreasi. Dalam istilah tao disebut Yang dengan sifat pasif wanita Yin. Adanya sifat Yin dan Yang, yaitu berupa keagungan Tuhan (Jalal) dan keindahan (jamal) dalam diri seorang wanita. Wanita mampu memancarkan sinar-sinar keindahan, dan sifat keindahan (jamaliyah) dan keagungan (jalaliyah) ini terkandung dalam diri Tuhan. artinya sifat jamaliyah Tuhan dititipkan pada sosok wanita.
Ketika wanita memang menjadi cermin Tuhan di dunia, maka syair yang didendangkan oleh Umar Ibnu Khattab dalam mengagungkan wanita menjadi sesuai dan tepat adanya, ia mengatakan: ”Wanita adalah ibarat bunga surga nan harum semerbak yang diciptakan untukmu, dan setiap kamu pasti senang mencium bunga surga tersebut”.
Selanjutnya buku hasil refleksi sufistik Muhammad Roy ini selain mencoba menguak esensi dibalik keindahan dan kodrati penciptaan wanita. Juga memberikan nasihat sikap manusia dalam menilai sesuatu jangan dari satu sisi saja tetapi dari sisi yang lain juga. Bukan hanya dilihat dari logika linier tetapi dari logika paradoksal juga. Melihat dengan mata Tuhan yang holistik dan integral.
Sebuah ”Tafakkur Hati” ditulis dalam sub judul diantaranya Dosa Barokah, Sang Murid Tuhan, dan Manusia Berjiwa Tuhan. Sedangkan sub judul ”kearifan”diantaranya Antara Hidayah Tuhan Dan Hidayah Syetan, dan Berguru Kebahagiaan Pada Sang Nabi Aristoteles. Disini penulis menampilkan dirinya manusia yag liar dan bebas dalam berfikir seakan ingin menantang dan menggugat Tuhan, namun ditampilkan dengan sosok seorang abid, salik, dan sufi yang meniti jalan ketuhanan.

Tidak ada komentar: